Mengenal Gempa Bumi dan Tsunami

Gempa bumi saat ini menjadi sangat familiar untuk para engineer di Indonesia. Besarnya intensitas dan kualitas dari gempa tersebut yang kemudian seluruh civil engineer terutama, harus selalu memberikan perhatian yang lebih kepada gempa bumi. Tidak sedikit masyarakat yang ketika terjadi gempa berskala besar langsung mengasumsikan juga bahwa dalam waktu dekat setelah gempa terjadi akan muncul gemlombang laut tinggi yang sering disebut tsunami. Terutama setelah gempa Aceh pada 26 Desember 2004 lau. Sebenarnya apa sih penyebab terjadinya gempa bumi dan apa sih penyebab dan ciri-ciri bahwa akan terjadi tsunami?
Penyebab terjadinya gempa bumi sendiri gempa bumi ada lima, yaitu: Pertama karena pergerakan magma dalam gunung berapi yang aktif dan biasa disebut gempa vulkanik. Kedua karena pergeseran lempeng-lempeng bumi yang bergerak saling bertabrakan, bergeser atau menjauh dan gempa tektonik ini yang sering terjadi dan menghasilkan gempa dengan skala ritcher yang cukup besar (gempa tektonik). Ketiga karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam. Contoh kasusnya adalah Dam Karibia di Zambia, Afrika. Keempat karena injeksi atau akstraksi cairan dari dan ke dalam bumi. Contoh kasusnya biasanya terjadi pada beberapa pembangkit tenaga listrik panas bumi. Kelima, disebabkan oleh bahan peledak atau disebabkan oleh manusia (seismitas terinduksi).

3 Comments

Penggunaan Barang Bekas untuk Menampung Air Hujan

Bulan November hingga Februari merupakan bulan yang pnuh berkah. Berkah akan hujan yang sering turun, namun ketika berkah tersebut tidak dapat dikelola dengan baik akan mengakibatkan bencana kepada kita semua. Sangat tragis memang, ketika musim kemarau air sulit didapatkan sampai-sampai air tanah yang berada di summur pun dapat habis ketika musim kemarau. Sedangkan saat musim hujan turun, air yang telah diturunkan dan kita nanti-nanti semaasa musim kemarau justru kita sia-siakan karena tidak bisa kita kelola dengan baik.
Sedikitnya masyarakat yang sadar akan memasang/instalasi sumur resapan untuk mengurangi direct run off (jumlah total air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah). Selain sumur resapan, kini juga sudah ada teknologi yang dapat di-installasikan di setiap rumah-rumah tinggal yang berupa sebuah kolam kecil yang berada dibawah permukaan tanah yang gunanya untuk menampung air hujan sementara yang berasal dari distribusi air hujan dari talang atap rumah. Kelemahan dari sistem tersebut, yaitu butuh lahan tanah dan biaya yang cukup memadai untuk pembuatan kolam mini tersebut.

2 Comments

Penggunaan Isoasi Dasar untuk Bangunan Tahan Gempa

Pergerakan lempeng-lempeng tektonik bumi yang semakin sering, mengakibatkan tingginya pula intensitas gempa berskala besar yang terjadi. Terutama di Indonesia yang merupakan negara yang menjadi tempat “parkirnya” lempeng-lempeng tektonik yang ada di dunia. Kemudian di kaji kembalinya SNI 03-1726 yang mengatur tentang gempa dan konstruksi pada tahun 2010 kemarin.

Perencanaan yang masih mengacu kepada kekakuan gedung. Kekakuan gedung yang direncanakan harus mampu menahan gaya geser gempa yang terjadi, mengakibatkan besarnya kebutuhan dimensi penampang pada elemen struktur yang berada pada daerah yang cukup rawan gempa. Semakin besarnya dimensi penampang yang kemudian besarnya biaya dan tingginya kebututhan material yang harus disediakan untuk gedung tersebut.

2 Comments

Green Building : Pelapis Lantai yang Ramah Lingkungan

Semakin meningkatnya jumlah penduduk yang kemudina meningkatkan pula limbah dari proses konstruksi yang ada. Sehingga sekarang sudah saatnya kita saebagai engineer menggunakan teknologi yang benar-benar memilki sifat tahan lama dan ramah lingkungan.
Rumah-rumah di Indonesia sendiri yang kebanyakan masih menggunakan teknologi kosntruksi yang konvensional dan menghasilkan limbah dan menggunakan bahan yang non renewable. Terutama penggunaan tanah liat dalam konstruksi. Penggunaan tanah liat sendiri yang digunakan untuk batu bata pun juga masih dipakai sebagai bahan utama untuk keramik.

3 Comments

Perencanaan Struktur Beton (Pelat Lantai part.2) part.3

Untuk melanjutkan tulisan saya tentang Perencanaan Struktur Beton yang awal sudah menjelaskan tentang proses dalam merencanakan tulangan pada pelat lantai tipe satu arah beserta satu contoh soal dan penyelesaian perencanaan pelat satu arah kini akan saya jelaskan lagi tentang permasalahan pelat lantai yang tipe dua arah.
Apabila Lx >= 0,4  Ly seperti gambar dibawah , pelat dianggap sebagai menumpu pada balok B1,B2,B3,B4 yang lazimnya disebut sebagai pelat yang menumpu keempat sisinya disebut sebagai pelat yang menumpu keempat sisinya. Dengan demikian pelat tersebut dipandang sebagai pelat dua arah (arah x dan arah y), tulangan pelat dipasang pada kedua arah yang besarnya sebanding dengan momen-momen setiap arah yang timbul.

No Comments

Material Di Green Building (Bangunan Hijau)

Di dalam konsep green building yang selalu menancapkan asas untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam merencanakan dan mendirikan bangunan, maka dalam segi bahan material di konsep green building yaitu material yang bersifat re-newable ( material yang dapat diperbaharui). Namun bukan berarti keseluruhan material yang digunakan “harus” bersifat re-newable. Penggunaan beton bertulang dan baja masih dapat diperbolehkan, tetapi harus benar-benar direncanakan dengan se-efisien mungkin untuk mengurangi jumlah pemakaian material atau memakai perencanaan penggunaan material yang optimum (ekonomis dan kuat).

Postingan ini hanya menjelaskan tentang umum dari material yang digunakan dalam konsep green building. Untuk penjelasan yang lebih lanjut mungkin akan saya jelaskan pada postingan berikutnya. Berikut Material di dalam konsep green building yang bersifat re-newable:

3 Comments

Green Building Part. 2

Melanjutkan dari postingan saya yang pertama mengenai green building part.1. Pada postingan pertama yang menjelaskan mengenai konsep dari green building itu melewati beberapa aspek seperti LCA, efisiensi energi, efisiensi struktur. Kesempatan kali ini akan menjelaskan sama dengan yang sebelumnya yaitu tentang konsep dari green building.

4. Efisiensi Air.

Konsep green building juga memperhatikan mengenai penggunaan air. Sekarang, banyak konsep desain rumah yang mengabaikan tentang penggunaan air. Mostly, rumah-rumah mengandalkan penggunaan air tanah yang berasal dari sumur dangkal ataupun dalam tanpa memberikan maasukan tambahan air kepada tanah yang berakibat turunnya permukaan air tanah dan turunnya permukaan tanah permukaan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuat penyimpanan atau memberikan asupan air kepada tanah di lingkungan yang ada disekitarnya. Solusinya yaitu dengan membuat tandon air penadah hujan di bawah tanah atau membuat sumur resapan penadah air hujan. Sistem penadah hujan yang mana ketika air turun di atas bangunan gedung yang kemudian direkayasa sedemikian rupa sehingga direncanakan air akan berkumpul pada satu tempat dan dialirkan menuju sumur resapan untuk menghindari terjadinya penurunan permukaan air tanah.

Baca Selengkapnya

3 Comments

Dosen Pembimbing untuk Setiap Kelompok Tugas Str. Baja

baja

baja-2Untuk pembagian Dosen Kelas C sudah tertera seperti di atas, kalau masih ada mahasiswa yang namanya masih belum tercantum, konfirmasi ke saya :)

Untuk Deadline Mahasiswa Reguler yaitu tanggal 22 Juni 2011. Selebih dari itu akan ada mark tersendiri untuk membedakan dengan kelompok mahasiswa yang lain yang tepat waktu.

Saya mohon maaf  atas semua sikap saya yang kurang menyenangkan. Ayo selesaikan secepat mungkin! :D

No Comments

Green Building (Bangunan Hijau) Part.2

Konsep green building juga memperhatikan mengenai penggunaan air. Sekarang, banyak konsep desain rumah yang mengabaikan tentang penggunaan air. Mostly, rumah-rumah mengandalkan penggunaan air tanah yang berasal dari sumur dangkal ataupun dalam tanpa memberikan maasukan tambahan air kepada tanah yang berakibat turunnya permukaan air tanah dan turunnya permukaan tanah permukaan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuat penyimpanan atau memberikan asupan air kepada tanah di lingkungan yang ada disekitarnya. Solusinya yaitu dengan membuat tandon air penadah hujan di bawah tanah atau membuat sumur resapan penadah air hujan. Sistem penadah hujan yang mana ketika air turun di atas bangunan gedung yang kemudian direkayasa sedemikian rupa sehingga direncanakan air akan berkumpul pada satu tempat dan dialirkan menuju sumur resapan untuk menghindari terjadinya penurunan permukaan air tanah.

Baca Selengkapnya

No Comments

Bangunan Hijau (Green Building)

Green Building mungkin ketika kita mengartikan dalam bahasa indonesia yang berupa bangunan hijau. Arti yang sebenarnya green building tersebut yaitu sebuah konsep tentang merencanakan suatu bangunan yang ramah terhadap lingkungan.

Konsep serupa adalah natural building, yang biasanya pada skala yang lebih kecil dan cenderung untuk berfokus pada penggunaan material-material yang digunakan yaitu material-material yang tersedia secara lokal. Konsep ini ada untuk dapat memenuhi kebutuhan generasi-generasi berikutnya mulai dari sekarang.

Konsep green building ini berupa pemaksimalan fungsi bangunan dalam beberapa aspek, yaitu:

1. Life cycle assessment (Uji AMDAL)

Dalam melakukan suatu perencanaan bangunan seharusnya melakukan kajian AMDAL apakah dalam pengadaan bangunan tersebut dapat mempengaruhi lingkungan sekitar baik itu segi sosial, ekonomi ataupun alam sekitar. Karena jika itu memberikan pengaruh yang cukup besar maka bangunan tersebut sudah menyalahi konsep dasar dari green building.

Baca Selengkapnya

4 Comments